6 Cara Enterprise Architecture Membantu Migrasi Aplikasi ke Cloud

21 Jan 2021

“6 Strategi untuk Memigrasi Aplikasi ke Cloud”.

Strategi migrasi cloud dapat dikategorikan menjadi enam jenis, mengacu pada "strategi migrasi 6R":

 

1 - Rehost - "angkat-dan-shift"

Strategi ini hanya terdiri dari memindahkan satu aplikasi ke cloud tanpa merancang ulang aplikasi atau mengembangkan kapabilitas cloud-native baru. Strategi ini sering digunakan dalam skenario migrasi besar. Aplikasi masih dapat direkayasa ulang setelah aplikasi dipindahkan ke awan.

 

2 - Replatform - "lift-tinker-and-shift"

Aplikasi tidak sepenuhnya dirancang ulang tetapi memanfaatkan beberapa pengoptimalan cloud. Misalnya, instance database dapat dimigrasi ke database-as-a-service untuk mengurangi biaya lisensi.

 

3 - Beli kembali

Strategi ini terdiri dari membeli aplikasi SaaS seperti Salesforce atau Office 365, dan mengganti aplikasi lokal yang sudah ada.

 

4 - Refactor

Aplikasi ini difaktorkan ulang - atau dirancang ulang - dengan memanfaatkan fitur cloud-native.

 

Dalam skenario ini, aplikasi akan mendapatkan keuntungan dari peningkatan kinerja tetapi juga dari kelincahan dan peningkatan kesinambungan bisnis dengan berpindah dari arsitektur monolitik ke arsitektur berorientasi layanan.

 

Organisasi menggunakan opsi ini untuk aplikasi strategis yang akan digunakan dalam jangka panjang. Ini juga memungkinkan mereka untuk menambahkan fitur baru atau menskalakan aplikasi untuk lebih banyak pengguna.

 

5 - Pensiun

Alih-alih dimigrasi ke cloud, aplikasi dapat dihentikan karena nilai bisnis yang rendah atau kekritisan bisnis yang rendah.

 

6 - Pertahankan

Aplikasi hanya tetap di tempat tanpa perubahan.

 

 

 

Migrasikan aplikasi perusahaan Anda ke cloud

 

Saat arsitek Perusahaan mengelola portofolio aplikasi, mereka dapat mengikuti tiga langkah yang dijelaskan di bawah ini untuk membantu mereka memigrasi aplikasi ke cloud.

 

 

1 - Tentukan strategi migrasi cloud 6R untuk setiap aplikasi

Dengan memetakan teknologi ke aplikasi dan aplikasi ke kapabilitas bisnis, arsitek perusahaan mendapatkan pemahaman lengkap tentang semua dependensi aplikasi, apakah aplikasi didukung oleh teknologi usang atau aplikasi mendukung kapabilitas bisnis penting.

 

Pemetaan ini membantu arsitek perusahaan untuk mengidentifikasi dependensi atau pertukaran data yang dapat mencegah aplikasi dimigrasi ke cloud. Ini juga memberikan pandangan yang tepat tentang kompleksitas arsitektur aplikasi on-premise untuk menilai kesulitan dalam memigrasi aplikasi.

Selain itu, dengan menggunakan survei bisnis dan pemangku kepentingan TI, setiap aplikasi diberi peringkat berdasarkan nilai bisnis dan efisiensi teknologinya. Ini memberi para pemimpin TI wawasan lain tentang strategi mana yang akan diterapkan.

 

Di satu sisi, jika sebuah aplikasi memiliki nilai bisnis yang rendah dan efisiensi teknis yang rendah, sebuah aplikasi dapat dihentikan. Jika aplikasi memiliki nilai bisnis yang rendah tetapi efisiensi teknisnya tinggi, aplikasi tersebut dapat disimpan di lokasi.

 

 

Di sisi lain, aplikasi dengan nilai bisnis yang tinggi dapat diprioritaskan untuk dipindahkan ke cloud. Bergantung pada kompleksitas arsitektur teknis, aplikasi dapat difaktorkan ulang (yaitu, direkayasa ulang), cukup di-host ulang ("angkat dan geser") atau diganti platform ("angkat-tinker-dan-geser").

 

 

 

2 - Migrasikan aplikasi ke cloud

Jika strategi "Refactor" telah ditentukan untuk aplikasi tertentu, arsitek solusi dapat merancang ulang aplikasi untuk cloud menggunakan layanan cloud yang menggantikan teknologi yang pernah digunakan dalam penginstalan di lokasi. Selama proses migrasi, arsitek solusi dapat mengidentifikasi jalur terbaik untuk memigrasi aplikasi dan menggunakannya kembali untuk kemudian memigrasi aplikasi serupa ke cloud.

 

Perhatian utama lainnya adalah pemaparan data sensitif selama migrasi. Dengan memiliki pemahaman yang jelas tentang data sensitif yang dikelola oleh aplikasi, arsitek dapat mengurangi risiko yang terkait dengan migrasi.

 

Selain itu, aplikasi yang telah dimigrasi masih harus memenuhi persyaratan regulasi. Oleh karena itu, arsitek harus memasukkan persyaratan regulasi yang relevan saat merancang aplikasi cloud baru. Perlu juga disebutkan bahwa dalam beberapa kasus, arsitek perlu memikirkan kembali perjalanan pelanggan dan proses bisnis yang terkait dengan aplikasi.

 

3 - Mengoptimalkan arsitektur aplikasi dalam lingkungan multi-cloud

Setelah aplikasi dipindahkan ke cloud, arsitek solusi dapat mengoptimalkan arsitekturnya menggunakan layanan cloud yang tersedia, terutama jika strategi yang dipilih adalah rehost atau replatform.

 

 

News & Events
21 Jan 2021
Tingkatkan Efisiensi Tenaga Kerja Anda di Setiap Tingkatan Bisnis Anda dengan Robotic Process Automation (RPA)
21 Jan 2021
Manfaat Penerapan Robotic Process Automation (RPA) Pada Bisnis Anda di Era New Normal
21 Jan 2021
Seberapa Penting Bagi Anda Memulai Robotic Process Automation (RPA) di Era New Normal Saat Ini?
21 Jan 2021
Driving Value and Competitive Advantage during COVID-19
21 Jan 2021
Enterprise Architecture dan Digital Transformation